Close
18 Anak Negeri Dengan Prestasi Mendunia Part 2

18 Anak Negeri Dengan Prestasi Mendunia Part 2

5. Griselda Sastrawinata, animator wanita yang karyanya dapat kita saksikan di film animasi The Sherk

Tidak melulu pria yang dapat sukses sebagai animator. Wanita asal Indonesia mempunyai nama Griselda Sastrawinata ini pun adalahanimator film The Sherk. Griselda pun terlibat dalam penciptaan sejumlah tokoh karakter di film animasi ini. Karena ketekunan dan kedisiplinannya dalam mencipta karya membuatnya masih bekerja di studio film bergengsi Dreamworks sampai sekarang ini.

18 Anak Negeri Dengan Prestasi Mendunia Part 2
18 Anak Negeri Dengan Prestasi Mendunia Part 2

6. Rini Sugianto, animator asal Indonesia yang bergabung dalam proyek film-film Box Office Amerika

Satu lagi animator perempuan Indonesia yang berprestasi di kancah Internasional, Rini Sugianto. Salah satu film karyanya ialah “Hobbit 2: The Desolation of Smaug”. Di samping Hobbit 2, Rini pun pernah tergabung dalam kesebelasan animator film “The Advantures of Tintin”, “The Avengers”, “Iron Man 3”, “Hunger Games: Catching Fire”, “Hobbit 1”, dan “the Dawn of the Planet of the Apes”. Tidak menduga ‘kan bila ternyata terdapat anak negeri di balik film-film Internasional yang sekitar ini anda gemari?

7. Wira Winata memperlihatkan bahwa kegemaran yang dipercayai dan ditekuni dapat membawanya berkolaborasi dengan Disney

Pria yang memiliki kegemaran menggambar kartun ini kini sudah berhasil menggeluti bisnis animasi. Bahkan, perusahaan rumahan yang didirikannya kini sudah mempunyai klien besar laksana : Buena Vista Games, Disney TV, Microsoft, dan masih tidak sedikit lagi. Tidak tanggung-tanggung perusahaan kecilnya kini ini pun terlibat dalam suatu proyek film bareng Cartoon Network dan Gotham Group. Agen Judi Bola Populer Dan Terbesar 2019 Ini seluruh terjadi sebab dia tetap kekeh menekuni kegemaran menggambarnya dan menyenangi dunia kartun walaupun tidak sedikit orang yang memandang dengan sebelah mata.

8. Menjadi anak orang ternama tidak menjadikannya tak sempat segalanya, urusan ini malah membuat Marsha Chikita berhasil menapaki karier menjadi animator

Putri dari musisi Ikang Fawzi dan artis ternama Marissa Haque ini sebenarnya hendak berkuliah di jurusan Seni Murni ITB. Namun sebab tidak diamini oleh orang tuanya, maka dia berpindah ke Multimedia University di Malaysia. Kegigihannya serta bakat yang dipunyai mampu membuatnya bekerja di Las’ Copaque Production. Perusahaan tersebut pun menjadi rumah buatan dari kartun Upin Ipin yang tidak jarang kita tonton senja hari.

Namun, keberhasilannya di sana tidak membuatnya tak sempat pada negeri sendiri. Marsha Chikita malah kembali ke Indonesia dan hendak membuka perusahaan animasi sendiri. Semoga nantinya dunia perfilman Indonesia kian maju dengan adanya bakat-bakat muda yang bertalenta ya.

9. Di bidang olahraga, anda punya duo Lilyana Natsir & Tontowi Ahmad yang siap mengharumkan nama bangsa

Sepertinya tidak cukup lengkap kalau melulu menuliskan di antara nama dari mereka. Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad memang sulit diceraikan untuk hal bulu tangkis. Pebulu tangkis ganda gabungan kebanggaan Indonesia ini telah sejumlah kali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Berbagai gelar telah sukses disabet oleh Lilyana dan Tontowi tiga tahun beruntun — di antaranya champion persaingan All England di tahun 2012, 2013, 2014. Jadi, masih inginkan memandang ringan prestasi negeri sendiri?

10. Butet Manurung, pahlawan Asia versi majalah Time tahun 2004

Butet Manurung ialah salah satu pahlawan perempuan yang mempunyai keberanian tinggi dalam memperjuangkan pendidikan untuk masyarakat pedalaman. Perempuan yang punya nama pribumi Saur Marlina Manurung ini pada tahun 2003 mengawali merintis sekolah cuma-cuma untuk masyarakat terpencil dan mengembangkan suatu sistem edukasi yang diberi nama Sokola Rimba.

Sistem Sokola Rimba yang sudah ia kembangkan ketika ini diterapkan pun di sejumlah wilayah terasing di Indonesia. Butet rela bermukim berbulan-bulan di terpencil rimba demi melatih orang-orang pedalaman supaya bisa menyimak dan menulis, supaya tidak dirasakan lagi sebagai orang yang bebal dan gampang ditipu. Karena kepeduliannya tersebut, dia pernah menerima penghargaan sebagai di antara Pahlawan Asia dari Majalah TIME di tahun 2004.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *